Mantan menteri luar negeri dari Jepang bernama Fumio Kishida yang juga termasuk ke dalam daftar kandidat perdana menteri Jepang berkata bahwa ia akan memberantas deflasi pada kampanye nya yang bertujuan untuk maju sebagai pemimpin baru di Partai Demokrat Liberal atau LDP yang berkuasa di sana.

Kishida nantinya juga akan memperkenalkan misinya untuk memulihkan ekonomi setelah menghadapi pandemi Covid – 19 dengan cara menyiapkan suntikan puluhan triliun maupun ratusan miliar dolar Amerika.

Ia juga nantinya akan meminta bantuan dari menteri ekonomi keamanan nasional untuk mengeksekusi misinya nanti.

Kishida juga menjanjikan bahwa ia mau mencoba menghidupkan lagi kelas menengah negara tersebut.

Caranya adalah dengan mengembalikan pajak pendapatan investasi, termasuk “barrier 100 juta yen atau US$ 907.000 di mana pendapatannya sebetulnya lebih dari itu namun malah dikenai pajak yang lebih rendah.

Pemenang di pemungutan suara pemimpin LDP saat 29 September nanti bisa dipastikan akan menjadi perdana menteri yang baru dan menggantikan PM Yoshihide Suga yang kemarin menyatakan mundur di minggu lalu. Pemilu nantinya akan digelar di akhir November nanti.

“Kesenjangan ekonomi akan semakin melebar jika kita melakukan hal yang sama seperti yang telah kita lakukan. Jika tidak mendistribusikan buah pertumbuhan, kita tidak bisa menghindari perluasan disparitas,” kata Kishida dalam konferensi pers di Tokyo seperti dikutip dari Mainichi.

Kepala ekonom Dai Ichi Life Research Institute Hideo Kumano berkata jika Kishida naik sebagai PM yang baru, maka paket stimulus nantinya akan disetir oleh alat fiskal dibandingkan pelonggaran dari bank sentral.

“Seperti Taro Kono, Kishida juga tak terlihat akan reflasi dan sepertinya pemilihan pemimpin LDP ini akan mendorong Bank of Japan untuk bergerak.” Ungkap Kumano.

Kumano juga memprediksi bahwa Kishida nantinya akan memanfaatkan model terbarukan mandiri berdasarkan inisiatif baru seperti upaya netral karbon dibandingkan stimulus fiskal dan moneter untuk kebijakan ekonomi pascapandemi.

Sementara, kandidat favorit publik jika berdasarkan Poling, Taro Kono juga diseukai oleh para investor asing. Pencalonan penutur bahasa Inggris yang fasih ini sudah memacu pergerakan pasar Tokyo.

Perekonomian Jepang tumbuh lebih cepat dari proyeksi sepanjang kuartal II / 2021 mengikuti lonjakan kasus yang mendorong Perdana Menteri Yoshihide Suga untuk mundur.

PDB tumbuh pada laju tahunan sebesar 1,9 persen sepanjang kuartal II / 2021 dan didukung oleh belanja pemerintah, investasi, dan konsumsi swasta berdasarkan laporan yang direvisi oleh Kantor Kabinet pada Rabu.

Para ekonom pun sudah memprediksi pertumbuhan mencapai 1,6 persen dimana angka ini lebih tinggi dari proyeksi pemerintah sebesar 1,3 persen.

Revisi itu pun menunjukkan jika Jepang sedang menghindari jatuh lagi ke dalam resesi walaupun masik lagi ke keadaan darurat.

Hal ini juga menandakan bahwa Jepang punya mometum yang lebih besar sebelum munculnya gelombang kasus serta pembatasan aktivitas.